Kamis, 24 November 2011

Ketika Indonesia Raya Berkumandang

Sumpah Pemuda, sebuah peristiwa sejarah yang menjadi titik dasar perjuangan para pemuda Indonesia. Dalam peristiwa yang bersejarah tahun 1928 itu berkumandanglah sebuah lagu melalui lantunan biola seorang Wage Rudolf Supratman.

Lagu tersebut telah membuat semangat membara para pemuda pejuang kemerdekaan untuk mengusir penjajah dan membuat penjajah berang. Lagu tersebut sempat dilarang oleh para penjajah tetapi para pemuda saat itu tetap gigih menyanyikannya ketika diadakannya pertemuan ataupun rapat. Sampai pada tanggal 17 Agustus 1945 ketika Indonesia menyatakan merdeka dari penjajah, lagu tersebut akhirnya ditetapkan menjadi lagu kebangsaan Indonesia sebagai perlambang kesatuan bangsa.




Indonesia Raya, begitulah judul lagu tersebut. Sebuah lagu gubahan Wage Rudolf Supratman muda yang akhirnya menjadi sebuah lagu kebangsaan negara Indonesia. Lagu Indonesia Raya yang selalu dinyanyikan di setiap pengerekan bendera merah putih ketika upacara dari Sabang sampai Merauke dengan khidmat.

Lagu Indonesia Raya mungkin sudah sangat sering saya dengar, tetapi entah mengapa tidak ada kata bosan sama sekali ketika mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang. Ada rasa yang berbeda ketika mendengar terlebih lagi mengumandangkan Indonesia Raya. Sebuah sentuhan magis yang membuat merinding dan terenyuh menikmati lantunan Indonesia Raya. Mungkin terkesan berlebihan tetapi itulah yang saya rasakan ketika mengikuti setiap upacara, ketika menonton timnas berlaga di stadion, ataupun ketika mengerek bendera ke ujung tiang, bahkan ketika hanya mendengar visual via televisi ataupun internet. Begitu bergetarnya hati ini dan juga merinding ketika menyanyikan ataupun hanya mendengarkan Indonesia Raya berkumandang. Ada sebuah rasa bangga dan juga haru di dalamnya. Hati seakan berkata "ini tanah air kami, tumpah darah kami, tempat kami lahir, tempat kami hidup, dan kami akan tetap mengagungkan dan mempertahankan Indonesia Raya sampai menutup mata kelak". 

Lagu Indonesia Raya menjadi reminder akan apa yang telah saya berikan untuk negara ini. Seperti  pesan dari salah seorang alumni, "lakukanlah semampumu apa yang kau bisa untuk negaramu, bukan hanya menunggu dan menuntut apa yang harus negara berikan kepadamu, berikanlah kepada Indonesia, sebuah negeri yang telah mau menampungmu dari lahir sampai sekarang!"



1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum...
    Salam Blogger STAN

    Numpang lewat...:D

    BalasHapus