Sabtu, 02 Juli 2011

Kenun, Bocah Kelas Lima SD yang Menginspirasi

Pastinya semua kebingungan dengan judul di atas, apa maksud dari judul tersebut bukan? Itu merupakan salah satu judul Film Televisi yang ditayangkan salah satu televisi swasta tahun lalu dan diputar ulang Jum'at siang kemarin. Berbeda dari FTV - FTV sebelumnya yang hanya bercerita tentang drama percintaan, Kenun menceritakan perjuangan anak kecil yang ingin mengetahui kabar dari ibunya, menceritakan ketimpangan hidup di ibukota, menceritakan tentang kejamnya hidup ibukota.

Ceritanya bermula dari seorang anak kecil bernama Muhammad Ainun atau yang sering disapa Kenun oleh warga sekitar yang merupakan anak kelas 5 SD yang tinggal bersama kakek dan neneknya di sebuah dusun di Pacitan, Jawa Timur. Ayahnya telah meninggal dunia dan ibunya menjadi TKW ke Arab Saudi. Sudah dua bulan ibunya tidak mengirimkan kabar sama sekali seperti bulan - bulan sebelumnya. Kenun menjadi sangat cemas terlebih di media massa saat itu santer terdengar kabar TKW Indonesia yang menjadi korban penyiksaan majikannya sendiri.

Kenun tak tinggal diam, dia berusaha mencari ibunya kalau perlu hingga Arab Saudi. Otomatis tindakan Kenun ini ditolak oleh kakek neneknya, oleh guru dan teman - temannya, bahkan oleh perangkat desa setempat karena tidak mungkin bocah ingusan seperti itu dapat dilepas sendiri untuk mencari ibunya. Hanya guru agamanya sajalah yang merestui perjuangan Kenun.

Suatu Shubuh akhirnya Kenun memulai perjalanannya ke Jakarta, awal sebelum menuju ke Arab Saudi dengan diam - diam tentunya. Di Jakarta banyak sekali pengalaman yang dialami oleh Kenun. Kenun pernah dirampok oleh segerombolan orang, Kenun juga pernah menjadi korban sindikat yang berkedok pencarian sumbangan amal ibadah. Disana bahkan Kenun sempat diikat selama dua hari dua malam tanpa makanan sedikit pun. Akhirnya dengan bantuan salah satu temannya yang juga menjadi korban sindikat tersebut Kenun dapat kabur dengan sempoyongan lemas sebelum ditemukan oleh nenek pemulung tua yang sedang mencari sampah.

Akhirnya Kenun hidup bersama nenek tua tersebut untuk sementara waktu. Bahkan nenek tersebut yang notabene tidak bisa untuk sholat diajari oleh Kenun dengan sabar yang memang merupakan sosok anak kecil yang kuat iman dan Islamnya. Dan nenek tersebut mampu untuk sholat dan meninggal dengan keadaan iman dan Islam dengan mengucap kalimat syahadat dengan tuntunan Kenun.

Kenun pun memulai perjalanannya kembali untuk mencari ibunya. Tidur di emperan masjid dan bekerja membersihkan masjid untuk bertahan hidup. Sampai salah satu jamaah yang datang ke masjid tersebut secara rutin akan berangkat umroh minggu depan. Beliau menawari Kenun untuk menulis surat kepada ibunya dan berusaha memberikannya secara langsung nanti di Arab Saudi meskipun beliau tidak bisa janji untuk itu. Kenun sendiri disuruh kembali ke Pacitan dan kembali menuntut ilmu lagi karena sebenarnya jihad terpenting untuk anak seusia Kenun adalah menuntut ilmu.

Selang beberapa pekan kepulangan Kenun ke Pacitan, Kenun mendapatkan kiriman dari jamaah tersebut berupa vcd yang isinya merupakan rekaman pembicaraan ibunya yang ditujukan khusus untuk Kenun. Ibunya masih sehat walafiat tidak kurang suatu apapun bahkan ibunya baru saja dinaikkan haji oleh majikannya yang baik hati. Ibunya hanya berpesan kepada Kenun seperti yang diucapkan jamaah tersebut kepada Kenun beberapa pekan sebelumnya yaitu untuk belajar dan menuntut ilmu dengan rajin karena itu merupakan salah satu bentuk jihad untuk ukuran anak seusia Kenun.

Mungkin cerita tersebut sudah basi karena sudah ditayangkan setahun sebelumnya tetapi banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari perjalanan nekad Kenun untuk mencari ibunya. Menurutku, Kenun bocah kelas 5 SD itu telah memberikan banyak inspirasi untuk menjalani hidup ini menjadi pribadi yang lebih baik. InshaAllah, amin :)

4 komentar:

  1. kirim kan film nya donk,
    ke email: hari.ismail24@ymail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangnya saya juga ngga punya filmnya mas hahaha

      Hapus
  2. memang menyentuh, apalagi pas nenek pemulung meninggal dunia..

    BalasHapus