Siapa dari kalian yang tahu dan sering menonton Film Televisi atau yang lebih pamor dibilang FTV? Film yang biasanya berdurasi dua jam ini diproduksi rumah produksi bukan untuk ditayangkan di layar lebar tetapi untuk ditonton gratis melalui stasiun televisi kesayangan kita masing - masing. Cerita dari FTV ini bermacam - macam mulai dari drama percintaan, olahraga, hingga bertema pendidikan.
Masih teringat sepanjang tahun 2010 setelah menyelesaikan Ujian Nasional hingga masuk kuliah pertama kali, kerjaan monoton setiap hari hanyalah menonton televisi, menonton para aktor dan aktris FTV yang beradu akting pagi, siang, dan juga malam.
catatan kaki
Selasa, 17 April 2012
Jumat, 10 Februari 2012
Aku Sudah Melupakanmu?
sebenarnya yang namanya gelap itu ngga ada,
yang ada hanya kekurangan cahaya,
kalau lampu luar dinyalakan atau bulan bersinar lebih terang,
mungkin kita masih bisa melihat pemandangan yang indah di sekitar kita,
mungkin masalahnya ada pada jarak, jarak, dan jarak,
kuulangi kata kata itu sampai ngga mempunyai arti lagi,
mungkin jarak lah yang telah menggelapkan hubungan kita selama ini,
atau mungkin kita sudah ngga lagi melihat bulan yang sama dari tempat yang berbeda,
dunia akan terus berputar,
dan aku akan tetap berdiri sendiri di sini,
sampai ketika cerita ini berakhir,
aku sudah bisa melupakanmu.
yang ada hanya kekurangan cahaya,
kalau lampu luar dinyalakan atau bulan bersinar lebih terang,
mungkin kita masih bisa melihat pemandangan yang indah di sekitar kita,
mungkin masalahnya ada pada jarak, jarak, dan jarak,
kuulangi kata kata itu sampai ngga mempunyai arti lagi,
mungkin jarak lah yang telah menggelapkan hubungan kita selama ini,
atau mungkin kita sudah ngga lagi melihat bulan yang sama dari tempat yang berbeda,
dunia akan terus berputar,
dan aku akan tetap berdiri sendiri di sini,
sampai ketika cerita ini berakhir,
aku sudah bisa melupakanmu.
quoted by @fransspurba
| Reactions: |
Sabtu, 04 Februari 2012
Welcome to Indonesia, Dude!
Who don’t
know Vincent Kompany? He was the captain of Manchester City that have been
banned for four games because of his bad tackle in Nani when Manchester City
lost against Manchester United at Etihad Stadium two weeks ago. And what’s the
correlation about him with this post? This captured image will show it.
Absolutely,
I’m a big fan of Manchester United and hate Manchester City very much. I also don’t
follow him on twitter. This captured picture was retweeted by my friend on 20th
January and shown in my timeline. What’s the problem with the picture? He said
INDONESIA in his tweet, so presented my country to the world but luckily in the
negative side.
| Reactions: |
Kamis, 24 November 2011
Ketika Indonesia Raya Berkumandang
Sumpah Pemuda, sebuah peristiwa sejarah yang menjadi titik dasar perjuangan para pemuda Indonesia. Dalam peristiwa yang bersejarah tahun 1928 itu berkumandanglah sebuah lagu melalui lantunan biola seorang Wage Rudolf Supratman.
Lagu tersebut telah membuat semangat membara para pemuda pejuang kemerdekaan untuk mengusir penjajah dan membuat penjajah berang. Lagu tersebut sempat dilarang oleh para penjajah tetapi para pemuda saat itu tetap gigih menyanyikannya ketika diadakannya pertemuan ataupun rapat. Sampai pada tanggal 17 Agustus 1945 ketika Indonesia menyatakan merdeka dari penjajah, lagu tersebut akhirnya ditetapkan menjadi lagu kebangsaan Indonesia sebagai perlambang kesatuan bangsa.
Lagu tersebut telah membuat semangat membara para pemuda pejuang kemerdekaan untuk mengusir penjajah dan membuat penjajah berang. Lagu tersebut sempat dilarang oleh para penjajah tetapi para pemuda saat itu tetap gigih menyanyikannya ketika diadakannya pertemuan ataupun rapat. Sampai pada tanggal 17 Agustus 1945 ketika Indonesia menyatakan merdeka dari penjajah, lagu tersebut akhirnya ditetapkan menjadi lagu kebangsaan Indonesia sebagai perlambang kesatuan bangsa.
| Reactions: |
Selasa, 18 Oktober 2011
"Dimanakah Kau Berada"
Dinda... di manakah kau berada. . . .
Rindu aku ingin jumpa. . . .
Meski lewat nada. . . .
#nowplaying Katon Bagaskara - Dinda Dimana
Tembang lawas dari Katon Bagaskara melantun di earphone mengiringi malam selasa yang sedikit gerah ini. Lagu lawas Katon ini mengingatkanku pada masa lalu, masa - masa ketika aku masih kecil, masa - masa di saat handphone dan laptop belum booming pada zaman tersebut terlebih lagi yang namanya internet, masih menjadi kebutuhan yang sangat mewah di kala itu. Hiburan saat itu hanya sebatas televisi layar cembung dengan TVRI sebagai stasiun televisi yang menjadi pedoman televisi - televisi swasta. Hiburan lainnya adalah media cetak. Koran dan majalah masih merajai kala itu, mulai dari koran murahan sampai yang diperuntukkan untuk kalangan elit pun tersedia. Tak hanya itu, majalah sendiri juga mempunyai klasifikasi pangsa sendiri - sendiri sesuai pembacanya masing - masing. Dari majalah Trubus dan majalah Times untuk pebisnis dan politikus, majalah Aneka Yess dan Kawanku yang mengincar remaja sebagai sasaran pembacanya hingga majalah anak - anak yang didominasi Majalah Mentari, XY Kids, hingga Majalah Bobo.
| Reactions: |
Langganan:
Entri (Atom)

