Jumat, 10 Februari 2012

Aku Sudah Melupakanmu?

sebenarnya yang namanya gelap itu ngga ada,


yang ada hanya kekurangan cahaya,


kalau lampu luar dinyalakan atau bulan bersinar lebih terang,


mungkin kita masih bisa melihat pemandangan yang indah di sekitar kita,


mungkin masalahnya ada pada jarak, jarak, dan jarak,


kuulangi kata kata itu sampai ngga mempunyai arti lagi,


mungkin jarak lah yang telah menggelapkan hubungan kita selama ini,


atau mungkin kita sudah ngga lagi melihat bulan yang sama dari tempat yang berbeda,


dunia akan terus berputar, 


dan aku akan tetap berdiri sendiri di sini,


sampai ketika cerita ini berakhir, 


aku sudah bisa melupakanmu.

quoted by @fransspurba

Sabtu, 04 Februari 2012

Welcome to Indonesia, Dude!


Who don’t know Vincent Kompany? He was the captain of Manchester City that have been banned for four games because of his bad tackle in Nani when Manchester City lost against Manchester United at Etihad Stadium two weeks ago. And what’s the correlation about him with this post? This captured image will show it.

  
Absolutely, I’m a big fan of Manchester United and hate Manchester City very much. I also don’t follow him on twitter. This captured picture was retweeted by my friend on 20th January and shown in my timeline. What’s the problem with the picture? He said INDONESIA in his tweet, so presented my country to the world but luckily in the negative side.

Kamis, 24 November 2011

Ketika Indonesia Raya Berkumandang

Sumpah Pemuda, sebuah peristiwa sejarah yang menjadi titik dasar perjuangan para pemuda Indonesia. Dalam peristiwa yang bersejarah tahun 1928 itu berkumandanglah sebuah lagu melalui lantunan biola seorang Wage Rudolf Supratman.

Lagu tersebut telah membuat semangat membara para pemuda pejuang kemerdekaan untuk mengusir penjajah dan membuat penjajah berang. Lagu tersebut sempat dilarang oleh para penjajah tetapi para pemuda saat itu tetap gigih menyanyikannya ketika diadakannya pertemuan ataupun rapat. Sampai pada tanggal 17 Agustus 1945 ketika Indonesia menyatakan merdeka dari penjajah, lagu tersebut akhirnya ditetapkan menjadi lagu kebangsaan Indonesia sebagai perlambang kesatuan bangsa.

Selasa, 18 Oktober 2011

"Dimanakah Kau Berada"




Dinda... di manakah kau berada. . . .


Rindu aku ingin jumpa. . . . 


Meski lewat nada. . . . 


#nowplaying Katon Bagaskara - Dinda Dimana


Tembang lawas dari Katon Bagaskara melantun di earphone mengiringi malam selasa yang sedikit gerah ini. Lagu lawas Katon ini mengingatkanku pada masa lalu, masa - masa ketika aku masih kecil, masa - masa di saat handphone dan laptop belum booming pada zaman tersebut terlebih lagi yang namanya internet, masih menjadi kebutuhan yang sangat mewah di kala itu. Hiburan saat itu hanya sebatas televisi layar cembung dengan TVRI sebagai stasiun televisi yang menjadi pedoman televisi - televisi swasta. Hiburan lainnya adalah media cetak. Koran dan majalah masih merajai kala itu, mulai dari koran murahan sampai yang diperuntukkan untuk kalangan elit pun tersedia. Tak hanya itu, majalah sendiri juga mempunyai klasifikasi pangsa sendiri - sendiri sesuai pembacanya masing - masing. Dari majalah Trubus dan majalah Times untuk pebisnis dan politikus, majalah Aneka Yess dan Kawanku yang mengincar remaja sebagai sasaran pembacanya hingga majalah anak - anak yang didominasi Majalah Mentari, XY Kids, hingga Majalah Bobo.

Selasa, 04 Oktober 2011

38 lebih baik daripada hanya 36


Sudah seminggu lebih kembali menjalani rutinitas membosankan seperti bulan - bulan sebelumnya, nunggu jarkom kuliah, mantengin laptop, dan juga tidur seharian. Sudah seminggu juga perkuliahan di kampus ini mulai menggeliat, tentunya dengan kelas baru, teman - teman baru, mata kuliah baru, dan juga dosen baru. Tetapi bukan itu semua yang bakalan dijabarkan di sini, bukan itu.

Tanggal 20 Oktober 2011 mungkin tanggal yang biasa saja bagi sebagian orang. Tapi bagi kami yang menggantungkan masa depan dari perkuliahan gratis ini merupakan hari yang bisa dibilang campur aduk. Ada yang berbangga dapat lanjut dengan IP yang memuaskan dan juga ada pula yang harus berhenti sampai di situ saja. Angkatan kami hilang 28 orang dalam sekejap saja setelah bersama - sama selama setahun dengan teman - teman sekelasnya masing - masing. Kelas kami pun juga menjadi salah satu korbannya. Dua dari tiga puluh delapan orang yang ada di kelas kami harus menghentikan perjuangannya untuk lulus walaupun mereka berkeinginan lain.